Kemenkes Ingatkan 4 Kelompok Ini Paling Rentan Terdampak Asap Karhutla
TopCareer.id – Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit bawaan atau komorbid, menjadi prioritas perlindungan ekstra di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Then Suyanti, mengingatkan, puncak musim kemarau yang diprediksi BMKG terjadi pada Juli hingga September 2026, memicu risiko karhutla yang sangat tinggi.
Ancaman terbesar berasal dari paparan partikel halus berbahaya atau PM2,5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun yang mampu menembus sistem pernapasan dan peredaran darah tanpa batasan ruang.
“Anak-anak adalah kelompok yang paling berisiko karena paru-paru dan sistem kognitif mereka masih dalam tahap perkembangan,” kata Then dalam temu media, Rabu (26/8/2026), dikutip dari siaran pers.
Baca Juga: Mengenal Polisi Kehutanan, Profesi di Balik Upaya Jaga Hutan Indonesia
Sementara pada kelompok lansia, paparan polutan ekstrem dapat memperberat Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), memicu gangguan kardiovaskular, peningkatan tekanan darah, gangguan gastrointestinal, hingga iritasi mata dan kulit.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengungkapkan, dampak penurunan kualitas udara terlihat dari melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Di Kalimantan Barat, penderita ISPA menembus 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026.
Sementara, Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus, disusul Kalimantan Tengah yang mencatat lebih dari 3.000 kasus hanya dalam rentang 10 hingga 16 Agustus.
Baca Juga: Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Mengancam Kesehatan, Lakukan Ini untuk Lindungi Diri
Untuk itu, Kemenkes pun telah memobilisasi 321 tenaga kesehatan tambahan untuk memperkuat layanan medis di puskesmas dan rumah sakit rujukan.
Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes juga mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah terdampak yang meliputi 262.000 masker medis dan N95, 119 unit oksigen konsentrator, 40.000 pasang sarung tangan medis, serta 4.900 set Alat Pelindung Diri.
Bagi ibu hamil, balita, dan lansia, dibagikan juga makanan tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, Kemenkes juga menyiagakan Rumah Oksigen, ruangan kedap asap yang dilengkapi penyaring udara dan oksigen konsentrator untuk memulihkan pernapasan warga yang mengalami keluhan sesak napas akut.



